Read more: http://matsspensix.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-judul-pada-blog-bergerak.html#ixzz274NKvLCo

Selasa, 26 April 2016

Mengungkap Liarnya "Ide-ide Gila" Grup Ikatan Alumni UMP

Mahasiswa merupakan produk akhir Institusi Perusahaan Pendidikan, proses final yang secara struktur memutuskan ikatan emosional “Industrial” pelaku industri Pendidikan.
Berakhirnya masa pembelajaran sekaligus melahirkan sosok baru yang lazim disebut "Alumni". Dalam kesehariannya alumni tidak bisa lepas dari almamaternya. Embel2 tersebut terikat seumur hidup dalam wujud gelar akademik. Itulah muasal lahirnya ikatan emosional yang sangat kuat bagi alumni.

Ikatan mata rantai emosional alumni mempunyai tersebut menghasilkan posisi tawar unik dan strategis yang menghubungkan Institusi Perguruan Tinggi dengan masyarakat. Meskipun mereka tidak lagi merupakan bagian aktif dalam proses pendidikan di Perguruan Tinggi, namun pengalaman mereka selama menjadi mahasiswa dan ikatan batin serta rasa memiliki mereka yang kuat terhadap almamater.

Sayangnya tidak semua melihat dengan sudut senada. Tidak jarang institusi pendidikan terlalu fokus pada  peningkatan mutu pendidikan sehingga tidak sadar telah abai akan alumninya.

Kegelisahan sejenis itulah yang mungkin terjadi pada sekelompok alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto atau yang sering disingkat UMP. Yang memaksa mereka untuk "turun gunung" melintas usia dan skala geografis lewat sebuah ajang diskursus kontemplatif.
Tergabungnya sekelompok sosok aneh dalam sebuah lingkar diskusi seakan menguak kembali telaah kritis yang sekian lama terkubur.

Tapi jangan dulu membayangkan diskusi di ruang pertemuan mewah dengan segala fasilitas. Ini hanya diskusi dalam sebuah grup BBM sederhana, yang disulap menjadi "UKM" dimana kami dulu berkumpul bersama. Tempat yang menjadi sorga bagi para "aktivis". Ya... itulah julukan sekelompok mahasiswa ini, penghuni grup BBM kecil yang hanya beranggotakan 20 peserta.

Dan jangan pula membayangkan diskusi berlangsung santun, Anda tidak boleh lupa bahwa peserta diskusi adalah mantan "orang gila" UMP pada masanya. Walaupun hanya  mantan aktivis yang mungkin mulai berumur, aura “kekejaman dan kebrutalan ide” tetap terjaga.

Segala kemewahan dari liarnya pemikiran yang senantiasa bergejolak masih tertata rapi. Mantan Sekjend Dewan Mahasiswa, aktivis Fak. Bahasa Inggris yang saat ini sedang mengejar S2 di negeri China didaulat menjadi jenderalnya. Sosok sukses dibalik sebuah institusi perbankan syariah yang berdedikasi tinggi didapuk menjadi wakil tokoh nomor 2 kelompok ini. Tokoh Fakultas Ekonomi UMP yang juga mantan aktivis Kopma Lebah yang disegani pada zamannya.

Kehadiran Tokoh pers Banyumas yang sekarang merintis Satelite TV, mantan tokoh Persma UMP dan senior Kopma yang  konsen dalam marketing perusahaan gas LPG yang kehadirannya mewarnai dengan celetukan cerdasnya. Dan tentu saja penghuni lain yang dulunya berkecimpung dalam wadah aktivis berbagai UKM berkumpul disini.

Menengok para penghuni grup, wajar saja jika sebuah irisan2 kegelisahann selalu diramu dan diterjemahkan ke dalam proyek penggalian ide dan wacana.
Tekad menjadikan Ikatan Alumni menjadi institusi yang diperhitungkan, menjadi lahan eksistensi yang tak kunjung rampung.

Kegelisahan demi kegelisahan yang terus mengalir dikemas dalam perdebatan santun ala aktivis. Komunitas kecil ini sukses mengobati kerinduan akan kebuasan Unit Kegiatan Mahasiswa yang penuh lontaran ide gila tak bertakar.


Memang belum ada kata putus dalam membangun konsep ikatan alumni ideal. Namun setidaknya "singa tua" yang pernah mengenyam kerasnya kehidupan aktivis mahasiswa tetap membuktikan bahwa gairah itu tetap ada. 
Gairah untuk berkarya, bertukar ide, dalam cita rasa yang elegan namun tetap bernuansa kritis dan dinamis.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons