Read more: http://matsspensix.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-judul-pada-blog-bergerak.html#ixzz274NKvLCo

Rabu, 23 Januari 2013

Laboratorium Koperasi



Jika perusahaan besar di luar negeri mempunyai istilah go public dengan kepemilikan saham yang bisa dimiliki semua orang atau kegiatan penawaran saham yang dilakukan oleh perusahaan /Emiten untuk menjual, sebenarnya kita mempunyai sistem yang tidak kalah bagusnya yaitu sistem koperasi. Kepemilikan modal yang tidak hanya di manipulir segelintir orang memungkinkan semua anggota berperan dan mempunyai kekuatan yang sama untuk berperan aktif dalam kemajuan koperasi. Semua anggota adalah pemilik dan itu adalah modal penting untuk memungkinkan koperasi menitiskan benih perusahaan go public dalam skala yang lebih kecil, prototype untuk berkembang sebagai kekuatan raksasa yang mumpuni.
Undang-undang perkoperasian yang pakai hingga saat ini adalah UU Perkoperasian No. 25 tahun 1992. Seperti badan usaha lain, koperasi mempunyai kelebihan dan kelemahan. Fungsi koperasi selain membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota juga memberikan efek positif masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya dengan kata lain usaha koperasi tidak hanya diperuntukkan kepada anggotanya saja, tetapi juga untuk masyarakat pada umumnya. Walaupun kita tidak boleh menutup mata bahwa jenjang yang harus dilakoni koperasi masih cukup panjang, beberapa PR masih harus dibenahi seperti :
1.      Umumnya, terdapat keterbatasan Sumber Daya Manusia, baik pengurus maupun anggota terhadap pengetahuan tentang perkoperasian.
2.      Tidak semua anggota koperasi berperan aktif dalam pengembangan koperasi.
3.      Koperasi identik dengan usaha kecil sehingga sulit untuk bersaing dengan badan usaha lain.
4.      Modal koperasi relatif terbatas atau kecil bila dibandingkan dengan badan usaha lain.

Dari pemaparan UU di atas beserta analisa kelemahan koperasi harus ada upaya konkrit untuk merangkai berbagai berbagai mimpi yang menginginkan koperasi menjadi gurita raksasa perekonomian, ada beberapa celah yang mungkin masih bisa dikembangkan, yaitu dengan merintis proses pendidikan, pengembangan untuk memproses secara serius pembinaan bibit kader koperasi yang diharapkan akan menjadi generasi emas koperasi.
a)      Adanya jaringan antar koperasi yang intens dalam berkomunikasi, bertukar pikiran dan mempunyai agenda pertemuan untuk berkolaburasi dalam sebuah ajang yang terbuka untuk proses dialektis tokoh dan decision maker masing-masing unit koperasi. Proses ini diharapkan melahirkan ide-ide cerdas guna pengembangan dan penguatan wacana dan kemajuan koperasi dalam sebuah link nasional dan internasional.
b)      Lompatan ide dan perkembangan wacana akan diteruskan dengan sebuah pusat pendidikan dan pengkaderan, dalam hal ini sebuah unit yang berisikan tokoh dan orang yang peduli dan mempunyai kewenangan untuk melakukan pendidikan dan doktrin koperasi. Pendidikan tersebut berjenjang dan tahapan tertinggi akan menghasilkan individu dengan pemahaman dan kemampuan untuk diterjunkan mengisi peran penting dalam unit koperasi. Pendidikan terpusat ini menjadi syarat wajib bagi semua unit koperasi di area kerja yang telah disepakati dan menjadi sekolah wajib bagi mereka yang akan mengisi posisi strategis dalam tiap koperasi.
c)      Dengan asumsi bahwa koperasi akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi, pusat pendidikan tersebut selain menjadi pusat pendidikan perkoperasian secara ortodok juga dilengkapi dengan kurikulum dan inisiasi untuk terjun ke dataran bisnis. Pelatihan dan pendidikan yang berkaitan dengan usaha koperasi seperti prinsip simpan pinjam, retail, pelayanan jasa, kuliner/kantin dan berbagai kelengkapan sebagai bekal penting koperasi merambah ranah usaha dan bisnis.
d)      Dibentuk suatu unit koperasi sebagai alat praktek, sebuah miniatur yang terdiri dari berbagai unit yang memungkinkan dijadikan alat usaha koperasi saat ini yang berisikan ruang praktek simpin, retail (toko) yang berfungsi sebagai ujian tahap akhir. Unit ini nyata layaknya suatu usaha yang dijadikan laboratorium bagi peserta didik dan langsung melayani masysrakat sekitar hanya saja person yang berkecimpung di dalamnya selalu berbeda karena dijalankan oleh peserta didik yang diawasi team pengajar. Jika poin c mengajarkan teori, maka poin ini melengkapinya dengan alat praktek yang berwujud toko kecil lengkap dengan manajemen yang melingkupinya.
e)      Koperasi perlu merancang system berbasis teknologi sehingga selain memperkuat image modern, juga pemanfaatan media jejaring sosial dan bisnis on line akan memperkuat daya dobrak koperasi untuk dipersiapkan menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan. Dengan modernisasi wajah koperasi diharapkan akan memperbaiki image perusahaan tradisional yang selama ini tersemat rapi dalam setiap usaha koperasi.

Mimpi ini mungkin masih merupakan ranah ‘khayalan’, utopia, sangat ambigu dan dilingkari dengan berbagai pertanyaan yang ujungnya ‘mungkinkah terjadi ???’, atau kapan dan siapa yang akan mewujudkannya. Tetapi bukan hal yang tidak mungkin jika mereka yang peduli koperasi mau bergabung menjadi sebuah kekuatan intelektual dan finansial untuk melahirkan terapi tepat sehingga muncul formula ampuh untuk mewujudkannya. Semoga......

2 komentar:

suplemen glucogen mengatakan...

postingnya sangat bagus dan sangat bermanfaat, sukses ya.
suplemen glucogen

suplemen pelangsing badan mengatakan...

terima kasih atas infonya sangat bermanfaat.
suplemen pelangsing badan

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons