Read more: http://matsspensix.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-judul-pada-blog-bergerak.html#ixzz274NKvLCo

Minggu, 16 Desember 2012

Alternatif



Target Utama, Plan I, Plan II....itulah yang tergambar dari secarik kertas berisi pemaparan dan deskripsi program kerja untuk jangka waktu setahun. “Harus ada plan tambahan?” tanyaku dalam hati. Bukankah plan cadangan menggambarkan ketidakpastian dan keragu-raguan dalam editorial deklarasi suatu program?. Setelah membaca beberapa referensi ternyata ada satu sisi kebijakan dalam mengemas sebuah rencana yang menggambarkan kedalaman makro dari definisi plan atau perencanaan.
Rencana tambahan atau rencana cadangan atau istilahnya alternatif merupakan bagian sentral dari pengembangan kerangka dan konsep berpikir. Rencana tunggal memang terkesan meyakinkan dan pemaparannya menggambarkan keyakinan kita dalam menguasai area kerja kita, tetapi di sisi lain mengedepankan celah gelap dalam kerangka yang lebih luas lagi. Keyakinan itu terjebak dalam rangkaian kenyataan bahwa bukan kita satu-satunya decision maker yang bertanggung jawab dalam semua uraian dan langkah kerja sehingga menghasilkan sebuah hasil maksimal. Seolah-olah kita melupakan faktor lain yang tidak kalah strategis. Dalam kenyataannya ada faktor SDM, faktor lingkungan, faktor alam dan perkembangan kebijakan yang sangat mungkin ‘menjegal’ program yang telah kita targetkan. Progresifitas alur pemaparan keinginan kita mau tidak mau harus di rem sebelum keluasan radikal dari sisi teknis memaksa kita mengibarkan bendera putih, dan jalan keluar untuk antisipasi adalah Plan Darurat/Plan Cadangan/Plan Alternatif.
 Alternatif merupakan upaya meretas jalan ke 2 jika sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi dalam perencanaan awal, tidak sama bobotnya dengan plan utama tetapi dapat menjadi kartu as bagi kita. Jika kita mempunyai target 6 point misalnya, plan alternatif kita sodorkan jika ternyata dalam kenyataannya hanya bisa memenuhi kurang dari target yang kita canangkan karena kendala yang tidak bisa kita hindari. Misalkan kita mempunyai 3 unit kerja yang harus melaksanakan plan, ternyata dalam perjalanannya perusahaan harus mengurangi SDM karena alasan tertentu, atau area kerja yang harus dikurangi sehingga hanya 2 unit kerja yang dapat melaksanakan plan awal. Atau ketika rencana kita dapat berjalan ketika dengan target konsumen tertentu tetapi faktor cuaca mengharuskan kita merevisi jumlah konsumen yang bisa kita hadirkan.
Di sisi lain plan alternatif menggambarkan kebijakan kita dalam memahami situasi, bahwa kita membutuhkan team dan harus bisa memahami team ketika team tidak sanggup bekerja sesuai harapan. Alternatif merupakan ungkapan lain dalam meredakan ego kita sebagai pembuat keputusan yang seharusnya ditaati apapun yang terjadi, dengan memberi kesempatan terhadap faktor lain yang lebih kompeten untuk menghasilkan hasil yang lebih maksimal. Ada baiknya kita siap untuk fokus di setiap situasi, ketika harus menjalankan rencana cadangan secara otomatis rencana itulah yang bergeser peran menjadi rencana utama untuk disikapi dengan kesungguhan hati. Untuk alasan yang lebih profesional saat kita menyodorkan berbagai plan dari yang utama sampai cadangan, semua harus kita yakini sebagai faktor sukses untuk mencapai tujuan bersama dan demi kemajuan semua elemen yang ada dalam unit kerja kita, walaupun bermakna alternatif tetapi tetap mempunyai fungsi kompetitif.

1 komentar:

suplemen pelangsing badan mengatakan...

artikelnya bagus dan bermanfaat.
suplemen pelangsing badan

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons