Read more: http://matsspensix.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-judul-pada-blog-bergerak.html#ixzz274NKvLCo

Selasa, 18 Desember 2012

Malaikat Tanpa Sayap



Melihat si buah hati tidur tenang, pulas dengan raut wajah tanpa dosa dan gurat innocent yang terpendar dari wajahnya seolah obat mujarab yang menghembuskan angin surga, melunturkan rasa capek dan penat yang mendera raga ini seharian. Samar memori ini perlahan bergerak mundur ke belakang ke arah 3 tahun yang lampau, saat dimana istri tercinta dengan perut yang terorganisir rapi membentuk design busur setengah lingkaran sebagai keindahan proporsional dari Yang Maha Kuasa, istana nyaman bagi jabang bayiku terbaring lemah di ranjang sebuah rumah bersalin menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan dunia baru bagi calon anakku.
Waktu menunjukkan pukul 19.00 ketika aku bergegas ke tempat bersalin untuk menemui istriku (kebetulan pekerjaan mengharuskan aku tinggal di luar kota). Raut cemas dan gugup, debar dada yang mengencang melebur menjadi satu kesatuan yang mengisyaratkan jiwaku sedang dalam masa pancaroba yang menegangkan menunggu detik-detik metamorfosis dari seorang suami menjadi sosok ayah bagi calon anakku.tempat duduk yang nyaman seolah dipenuhi onak dan duri, tidak nyaman untuk diduduki, bumi tempat berpijak serasa penuh gelombang yang tidak memperbolehkan diriku berdiri dengan tenang, dan detak jantung memainkan irama musik rock yang membuat nafas ini terengah tanpa sebab yang pasti.sampai saat itu tiba ketika bidan menyebutkan angka pembuka atau istilahnya bukakan 9 dan itulah waktu ketika pintu dimensi alam rahim terkuak dan menjadi tanda bagi jabang bayi untuk memulai era baru menjadi seorang manusia.
Menemani dan memegang tangan istriku ketika memulai pengorbanan tanpa kenal lelah, membuncahkan semua kekuatan fisik dan melepaskan energi dari segenap milimeter pori pori tubuh, berjuang demi kenyamanan keluarnya buah hati seolah mengecilkan peran seorang laki-laki yang hanya bisa terdiam memandang tidak berdaya, seolah hanya mampu mengisi peran menjadi saksi bisu perjuangan seorang wanita mentranformasi anaknya ke dunia ini. Dan ketika saatnya tiba, suara tangis bayi memecah keheningan, seolah meledakkan isi dada menghamburkan segala ketegangan, kecemasan dan penantian panjang selama 9 bulan lebih. Aku hanya terdiam, ‘Aku menjadi Ayah” batinku, hanya bisa tercenung dan mengucap syukur.
Setelah 3 tahun anaku tumbuh menjadi sosok yang mewakili emosi dan  menguras semua kisi kehidupan yang kami punyai, menyerap dengan cepat semua rasa senang, marah, kasihan dan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kebersamaan. Kadang emosi bergejolak ketika sang anak memperlihatkan kenakalan alami dari perkembangan fisik dan mental seorang bocah. Emosi..... ya pasti bahkan kadang sangat menjengkelkan dan membuat kemarahan yang sangat luar biasa, tetapi itulah sosok malaikat kecil yang dianugerahkan Tuhan kepada kami.
Seorang kawan menyebutkan anak adalah anugerah sekaligus musibah bagi orang tuanya, anugerah ketika kita berhasil mendidik dan tumbuh menjadi kebanggan orang tua dan menjadi musibah ketika anak terjerumus dan mencoreng nama keluarga. Apapun itu bagiku anak adalah salah satu media Tuhan untuk menilai seberapa banyak kita bisa mengambil hikmah dalam proses pendidikan dan pengawalan sampai menjadi dewasa. Anak adalah proses perulangan gambaran masa kecil kita, seolah merupakan transkrip ulangan yang memberitahu kita bagaimana dahulu kita ketika masih kecil, hikmah tersurat yang mengingatkan kepada kita betapa besar pengorbanan orang tua saat membesarkan kita.
Malaikat kecil tanpa sayap yang diutus dan dititipkan Tuhan sebagai pelengkap kebahagiaan, itulah istilah yang kusematkan kepada anak kami, salah satu metode sederhana bagi kami untuk selalu mengingatkan betapa besar tanggung jawab yang harus diemban dalam mempersiapkan anak kami untuk menyusuri setiap jengkal kahidupannya sampai saatnya tumbuh menjadi dewasa. Mediasi internal untuk selalu mengingatkan tiap helai pakaian, tiap suap yang kami berikan dan tiap patah kata yang kami bisikkan supaya menjadi berkah dan tidak dikotori dengan kepingan aura negatif dari sumber yang tidak halal menurut agama.
Mungkin rumah kita bukanlah istana layaknya cerita pangeran dan kerajaannya yang megah, jalan hidupmu tidak seindah kisah sinetron di televisi, makanan yang kami sajikan tidak selezat masakan cheff restoran terkenal dan baju yang kami pakaikan tidak bagus polesan design terkenal. Tetapi kami punya cinta dan kasih sayang yang kami berikan tulus kepadamu, doa yang senantiasa kami panjatkan setiap saat demi keberhasilanmu, dan semua yang bisa kami berikan tidak pernah kami perhitungkan, kami ikhlas dalam setiap tetes keringat yang kami keluarkan untuk memastikan dirimu tumbuh menjadi pribadi yang terpuji. Semoga detak waktu yang terbaur dalam kehidupan ini senantiasa mempererat kisah indah antara kami orang tuamu dan kamu anak kami tercinta, Arfa Nathan El Zhar. Selamat ulang tahun nak doa kami senantiasa menyertaimu....

3 komentar:

Unknown mengatakan...

kereennnnn..... the best wonderful words, the best wonderful written that I ever read... dari seorang kakak yg kini telah menjadi ayahhhhh, betapa besarrrr cinta orang tua terhadap anakkk. dan semoga kelak aku akan mersakan nya juga, for my lovely cutes boy Arfa Nathan El-Zhar Happy Birthdayyy, Semoga tumbuh menjadi Anak yg penuh dengan kebahagiaan bagi setiap orang disekelilingmu, wishes the best for my little Nephew "Arfa" :)

suplemen pelangsing badan mengatakan...

infonya menarik dan sangat bermanfaat, sukses ya
suplemen pelangsing badan

suplemen pelangsing badan mengatakan...

infonya sangat menarikdan bermanfaat.
suplemen pelangsing badan

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons