Read more: http://matsspensix.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-judul-pada-blog-bergerak.html#ixzz274NKvLCo

Senin, 17 Desember 2012

Like...dislike



Perkembangan pesat dari teknnologi informasi, internet dan berbagai media sosial menjadi sebuah catatan penting yang menandai kebangkitan masyarakat untuk bersosialisasi via dunia maya. Hampir semua kalangan telah mengenal jejaring sosial, akrab dengan chatting dan secara tidak langsung juga menaikkan ratting salah satu kata yang populer dengan perkembangan jejaring sosial salah satunya adalah like/dislike. Like/dislike layaknya artis populer yang terintegrasi dalam sebuah jejaring sosial tidak hanya sekedar penghias saja bahkan menjadi bagian penting, begitu vitalnya dan begitu banyaknya person yang memanfaatkan kata itu sehingga sebuah pengembang virus tertarik dan menggunakannya sebagai mediator untuk penyebarannya.
‘Like’ sebuah kata yang mewakili perasaan suka/setuju/senang kepada sesuatu yang kita yakini benar dan sesuai dengan semua yang berhubungan dengan kita, bertolak belakang dengan itu jika kita merasa tidak suka, benci, tidak setuju maka kita akan mengatakan tidak suka/’dislike’. Semudah itulah jika kita berkutat dalam dunia maya, tinggal klik ‘like’ atau ‘dislike’ maka semuanya selesai sesuai dengan keinginan kita. Dalam dunia yang tercipta dari rajutan teknologi simetris dan maya semua mungkin terjadi, seolah-olah semua urusan dan keinginan dengan gampang diselesaikan dengan satu tombol saja.
Akan menjadi sebuah konflik serius jika peradaban dan kebudayaan alam teknologi ini kita seret ke dalam kancah kehidupan nyata, yang tidak hanya kita lihat dalam layar persegi tetapi sebuah kenyataan yang pada hakekatnya lebih rumit dan harus banyak pertimbangan yang termaktub didalamnya. ‘Like/dislike’ dalam dunia nyata merupakan konspirasi integral dengan bumbu kemanusiaan dan perasaan dalam sebuah media bernama ‘subyektifitas’. Side effect dari ‘like/dislike’ sangat tidak terprediksi, mungkin hanya dimaknai secara simple, sebatas guyonan, percakapan ringan sambil minum kopi biasa yang cepat menguap dan hilang ketika keluar dari mulut kita. Tetapi dalam dimensi yang lebih luas lagi ‘like/dislike’ bisa ditafsirkan sebagai sebuah ketidakadilan yang menyebabkan hancurnya sebuah tatanan dari nilai-nilai obyektifitas, semua tergantung dari ‘bobot’ pembicara yang melontarkan ‘like/dislike’ tersebut.
‘Like/dislike’ tidak bisa dipungkiri mewakili semua perasaan kita terhadap cara pandang dan penilaian kita terhadap sesuatu di dunia ini. Perlu kedewasaan dan telaah lebih dalam dalam mengaplikasikan kata tersebut, kadang butuh pengorbanan dan keberanian dlaam menghadapi efek yang ditimbulkannya karena keputusan apa yang akan kita putuskan biasanya melalui proses pemilihan yang rumit. Keputusan penting dalam hidup kita mulai dari pemilihan sekolah, teman, pasangan hidup, pekerjaan, dan semua yang kita dapatkan hari ini mungkin merupakan hasil dari ‘like/dislike’ yang kita terjemahkan sebagai sebuah keputusan tepat versi kita.sepanjang masih berkaitan dengan privasi internal semuanya terserah kita, yang harus ditimbang ulang ketika kita terkoneksi dengan kesimpulan ‘like/dislike’ adalah ketika harus berhubungan dengan orang lain ataupun bahkan berkaitan dengan nasib orang banyak. Jangan sampai kesederhanaan kata’like/dislike’ yang kita lontarkan lebih berfungsi sebagai keputusan sang pengadil yang menghancurkan orang lain.
Begitu mudah namun begitu sulit ketika kita berada di posisi yang kurang menguntungkan, suka.....tidak suka....seperti pisau bermata dua yang siap memahat penilaian orang terhadap kita. Penggunaan dengan bijaksana atas nama profesionalisme dan obyektifitas  membuka ruang gerak lebih luas dan lebih terpola dalam celah keputusan yang kita lontarkan. Harus dipastikan bias kelabu dari sisi ambiguitas yang kadang tidak terlihat, tidak terprediksi dan tidak terpantau dalam radar kesadaran kita, ribuan kali ‘like/dislike’ dalam alam virtual yang tidak mempunyai kesanggupan taktis integral akan terpendar ketika kita hujamkan dalam alam kehidupan. Mudahnya bilang ‘like/dislike’ bisa membunuh kreativitas rekan kita, sangat tajam setajam silet..... waspadalah..... 

1 komentar:

suplemen pelangsing badan mengatakan...

terima kasih atas infonya sangat bermanfaat.
suplemen pelangsing badan

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons