Read more: http://matsspensix.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-judul-pada-blog-bergerak.html#ixzz274NKvLCo

Sabtu, 22 Desember 2012

Don't Try at Home



Hari yang sangat sibuk dan membuat penat sekujur tubuh dalam suatu kegiatan sekumpulan keluarga besar membuat aku mengambil keputusan untuk sejenak rehat sambil menonton sebuah acara televisi. Beberapa keponakan ternyata sudah berderet rapi di depan televisi jadi aku hanya memandang dari kejauhan, Sayup terdengar celoteh mereka membaca tulisan di bawah layar kaca “Don’t try at home..” kata seorang anak membaca tulisan tersebut, “apa artinya bu?” tanyanya kepada ibunya. Ibunya menjawab “artinya tidak boleh dicoba dirumah nak”. “Berarti boleh dicoba di sekolah ya” dengan lugu anaknya berkomentar. Aku hanya tersenyum mendengarnya, boleh juga pemikiran anak itu.....
Demikianlah beberapa rancang bangun media televisi dalam mencoba memilah, memperingatkan dan memberi arahan kepada penontonnya dengan memberi istilah seperti BO, SU, D. Sayangnya terkadang istilah tersebut kurang dipahami sebagai media peringatan, tak lebih hanya sekedar hiasan kecil di pojok atas yang lebih sering diabaikan. Terlebih lagi untuk penayangan yang hanya dilakukan oleh profesional dengan peringatan “Don’t try at home” yang bagi sebagian penonton bahkan tidak tahu artinya, padahal itu adalah signal serius dan berpotensi membahayakan jika ditiru tanpa pengawasan ahlinya.
Sepele namun dapat berakibat serius, terlebih pemberitaan televisi marak menayangkan adegan kekerasan, pembunuhan, pencurian, pemerkosaan yang level penontonnya tidak bisa dipilah hanya dengan onggokan istilah di layar televisi. Kita hanya bisa terperangah melihat kejadian seorang anak merampas HP temannya dan ketika ditangkap dia mengaku meniru adegan layar kaca, anak kecil yang memainkan pisau dan berkomentar dengan enteng “pengen mencoba kaya di acara sulap kemarin“. Bagaimana jika peringatan dirubah dengan bahasa Indonesia saja, misalkan “Jangan dicoba di rumah tanpa pengawasan ahlinya”, “tidak untuk ditiru” atau “adegan membahayakan jangan dilakukan sendiri”. Demikian juga dengan peristilahan yang ditampilkan mungkin perlu mendapat perhatian lebih dari orang tua untuk menerangkan kepada buah hatinya maksud dari istilah tersebut dan pendidikan yang cukup sehingga anak memiliki kesadaran untuk mematuhi tanpa harus selalu diawasi. Yang pasti peringatan tersebut harus padat berisi dan jelas, jangan multi tafsir atau berkesan ambigu.
Beberapa stasiun swasta memang sudah menampilkan peringatan berbahasa Indonesia dengan kadar persentase yang sangat minim dan rasanya belum cukup dengan semakin banyaknya acara televisi yang berpotensi ditiru serta kecenderungan anak sekarang yang lebih suka menenggelamkan waktunya dengan menonton acara televisi dan kedua orang tua yang banyak menghabiskan waktu dengan pekerjaan. Don’t try at home...waspadalah terhadap perilaku anak yang senang mencoba.... 

2 komentar:

suplemen glucogen mengatakan...

postingnya sangat bagus dan sangat bermanfaat, sukses ya.
suplemen glucogen

suplemen pelangsing badan mengatakan...

terima kasih atas infonya sangat bermanfaat.
suplemen pelangsing badan

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons