Read more: http://matsspensix.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-judul-pada-blog-bergerak.html#ixzz274NKvLCo

Jumat, 14 Desember 2012

Pemimpin, Pimpinan...



Pemimpin adalah penentu, seorang yang dianggap mempunyai kelebihan untuk mengatur bawahannya, menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas :

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.[1] Caraalamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.[2] Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.[2]

Walaupun banyak sekali teori kepemimpinan yang ada, secara umum pemimpin yang baik adalah yang dapat diterima oleh diterima bawahannya, baik secara struktural maupun secara kultural. Saat bawahan merasa nyaman dalam bekerja, berkarya dan melakukan komunikasi dengan sesama karyawan ataupun dengan atasan, menikmati pekerjaan dan tidak terbelenggu sekat struktural untuk mengembangkankan potensi dirinya. Dalam beberapa teori seorang pemimpin tidak hanya berperan sebagai ‘Bos’ di kantor atau institusinya tetapi mampu memerankan fungsi kultur sebagai orang tua yang baik, kakak yang bersahaja dan sahabat yang  menenangkan ketika bawahan sedang ‘gegana’ (gelisah, galau dan merana).
Dalam beberapa kasus pemimpin pemimpin yang baik memerankan posisi di dua dunia (struktur dan kultur) harus memulainya dengan sangat berat, konsekuensinya tidak hanya meluangkan waktu kerja bahkan terkadang harus pandai membagi waktu pribadi/privasinya karena persoalan datang selama 24 jam. Tidak hanya harus menenangkan unit kerjanya, anak istri pun harus diberi pengertian supaya lebih bijak dalam memahami proses kepemimpinan sang suami. Pemimpin yang bertype seperti ini terkonstruk dalam tempaan yang multi proses, paket lengkap yang tentu saja tidak terbina hanya dalam hitungan jam atau hari, tidak jarang menghabiskan separuh hidupnya sebagai pemimpin untuk mendapatkan ‘feel’nya. Tolak ukur keberhasilan memang susah paling tidak anak buah, bawahan ataupun rekan kerja akan melakukan penghormatan secara tulus, tidak peduli ketika sang pemimpin secara struktural tidak menjadi pemimpin, mereka tetap menganggap anda sebagai pimpinannya, ketika sang pemimpin menuai kesulitan, mereka secara otomatis aliran kepedulian akan datang melalui aura empaty yang luar biasa dengan nafas ketulusan. Yang pasti pemimpin yang demikian memiliki kharisma dan effektif dalam menjalankan perannya sebagai pengayom.
Bagaimana dengan visi ke depan dari seorang pemimpin??? Jika mencermati paparan di atas hanya visi pribadi seorang pemimpin yang nampak, seseorang tidak mungkin selamanya akan mnjadi seorang pemimpin baik secara struktur maupun kultur. Secara struktural ada yang namanya masa kerja, rotasi, kejenuhan intelektual maupun perkembangan dan perubahan dalam suatu institusi yang tidak memungkinkan seseorang seumur hidupnya menempati posisi yang sama tanpa tergantikan. Disinilah kejelian seorang pimpinan untuk legowo dan memahami bahwa efektifitas kepemimpinannya tidak akan selamanya, suatu saat harus ada yang menggantikannya. Jika pemimpin yang baik mempunyai visi mengedepankan pencitraan pribadi, pemimpin yang berhasil mempunyai langkah lebih smart, membina dan menyiapkan pribadi yang mampu meneruskan dan mengemban visi kepemimpinannya, dengan kata lain menyiapkan orang yang akan menggantikannya kelak jika dia tidak memimpin lagi.
Hal itu tidak mudah karena kita tidak bisa memilih anak buah kita, atau menentukan hanya yang terbaiklah yang menjadi bawahan kita, justru disinilah kegeniusan seorang pemimpin diuji untuk mengolah semua sumberdaya yang ada dari zero menjadi hero. Kecerdikan ini merupakan deskripsi dari kemampuan seorang pemimpin merangkai dan memahami bawahan secara makro, jeli memilih dan memilah, berperan dalan pengembangan bakat seseorang dan menciptakan keajaiban dari kesederhanaan. Pola pembinaan dan pengenalan ke karyawan yang lain atau menciptakan citra dari seseorang yang akan menjadi penggantinya pun harus dilakukan secara bertahap, dengan timing yang jelas sehingga yang lain akan menangkap itu sebagai sebuah kesan alami dan wajar dengan disertai beberapa case pelimpahan decision makers. Pengawalan ini akan terus berlanjut sampai kita merasa yakin dan calon penerus dianggap mampu kita lepaskan.
Seorang pimpinan yang berhasil adalah yang bisa mencetak pemimpin-pemimpin handal, bukan hanya menjadi pemimpin yang disegani dan dihargai tetapi mampu menjadikan orang lain berhasil seperti dirinya. Bukan hanya mampu bertahan di celah sempit struktural, namun mampu merambah sekat kultural, bukan hanya dihormati anak buah, tetapi juga disegani pemimpin lain. Bukan bermain di level egoisme individu, tetapi melebur dalam ranah sosial, team work dan memahatkan namanya di level low, medium sampai high level sebagai pribadi yang berkualitas..........

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons